Social Icons

Pages

1

Featured Posts

Selasa, 24 Januari 2017

MODUL TROUBLESHOOTING JARINGAN XII TKJ 2

MODUL
TROUBLESHOOTING JARINGAN
XII TKJ


  







Disusun Oleh:
M.ismail marzuki

Pembimbing
Abdullah Umar, S.Kom




Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan
SMK Islam 1 Blitar

2016 / 2017





KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan modul Troubleshooting Jaringan Kelas XII TKJ.

Modul ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan modul ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan modul ini.
   
Modul Troubleshooting Jaringan ini merupakan kumpulan artikel Troubleshooting Jaringan  yang telah kami susun sebelumnya. Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki modul ini.
   
Akhir kata kami berharap semoga modul tentang Troubleshooting Jaringan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
   
                                                                                                             Blitar,24  Januari 2017
   

                                                                                                                     Penyusun



DAFTAR ISI

                                                                                                                            Hal              
COVER.............................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR...................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................... iii
BAB 1  Pemecahan Masalah Lapisan Fisik LAN........................................................ 4
BAB II Pemecahan Masalah Data Link Layer LAN .................................................. 8
BAB 111 Pemesahan Masalah Lapisan Network LAN................................................11
BAB IV Pemecahan Masalah Lapisan Transportasi Jaringan LAN.............................15
BAB V Pemecahan Masalah Lapisan Sesi Jaringan LAN........................................... 17
BAB VI Pemecahan Masalah Lapisan Presentasi Jaringan LAN................................ 21
BAB  VII Pemecahan Masalah Lapisan  Aplikasi Jaringan LAN............................... 23
BAB VIII Pemecahan Masalah Lapisan Fisik Jaringan WAN.................................... 26
BAB IX  Pemecahan Masalah Lapisan Data Link Jaringan WAN.............................. 28
BAB X  Studi Kasus Troubleshooting Jaringan........................................................... 31
BAB XI Troubleshooting Lapisan Transportasi Jaringan WAN.................................. 34
BAB XII Troubleshooting Lapisan Sesi Jaringan WAN............................................. 36
BAB XIII Troubleshooting Lapisan Presentasi Jaringan WAN.................................. 38
BAB XIV Troubleshooting Lapisan Aplikasi Jaringan WAN..................................... 41
BAB XV Pemecahan Masalah Pada Perangkat Jaringan Nirkabel............................. 43
BAB XVI Pemecahan Masalah Layanan Web Server.............................................. .. 46
BAB XVII Pemecahan Masalah Layanan Mail Server............................................... 49
BAB XVIII Pemecahan Masalah Layanan FTP Server.............................................. 52
BAB XIX Pemecahan Masalah Layanan File Server.................................................. 55
BAB XX  Pemecahan masalah layanan DNS server................................................... 60
BAB XXI Pemecahan Masalah Layanan DHCP Server............................................. 64
BAB XXII Pemecahan Masalah Layanan NTP Server............................................... 68
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 71
RIWAYAT HIDUP........................................................................................................... 79



BAB 1
 Pemecahan Masalah Lapisan Fisik LAN





      A.    Penyebab Modem Tidak Terdeteksi.
modem tidak terdeteksi biasanya diakibatkan oleh pelepasan modem secara langsung atau dikarenakan infeksi dari virus. saat kita selesai browsing internet, biasanya kita akan melakukan Disconnect pada modem kita dan meelepasnya langsung dari USB komputer dan laptop kita tanpa menggunakan mode pelepasan aman di bagian menu kanan bawah windows kita. nah, hal inilah yang menyebabkan modem tersebut error. penyebab lainnya adalah virus. 
sebenarnya modem bisa kita lepas langsung tanpa memakai pelepasan mode aman. tapi setidaknya setelah Disconnect, kita harus menunggu beberapa saat untuk melepas modem tersebut. sebab jika koneksi modem baru saja di dimatikan, ada beberapa program yang masih berjalan. jadi untuk itulah kita harus menunggu beberapa saat untuk memastikan bahwa modem sudah benar-benar sepenuhnya mati. namun ada juga komputer dan laptop yang mempunyai setting yang mengharuskan kita menggunakan mode pelepasan aman. 
ada juga penyebab dari error tersebut dikarenakan kita sering berganti slot USB, misalnya kamu sudah pasang modem kamu di slot USB 1, kemudian setelah selesai kamu lepas dari komputer dan laptop kamu, berikutnya kamu ingin menggunakannya lagi dan memasangnya di slot USB 2. nah, hal seperti ini bisa mengakibatkan modem kamu tidak terdeteksi dengan benar. dan akhirnya menyebabkan error. saya harap kamu sudah mengerti dengan penjelasan saya. sekarang kita lanjut ke bagian cara memperbaiki modem tersebut. (Darmawan, 2015)

        B.    Cara Memperbaiki Modem yang Tidak Terdeteksi.
ada beberapa cara untuk memperbaiki modem tersebut, dan akan kita bahas satu per satu. saya akan mulai dari cara yang mudah dulu.
1. lepas modem dari USB, lalu lakukan uninstall pada program aplikasi modem tersebut. setelah dilepas. matikan komputer atau laptop kamu, setelah itu nyalakan kembali komputer atau laptop kamu. install kembali aplikasi standar bawaan modem tersebut. setelah itu, uji kembali modem kamu, apakah sudah bisa connect ke internet? jika belum kita lanjutkan cara yang kedua.
2. cara kedua ini sedikit rumit, tapi bagi kamu yang sudah tahu dan mahir dalam menggunakan komputer, kemungkinan akan sangat mudah. pertama, klik kanan pada icon my computer yang ada di desktop, atau buka control panel windows kamu, pilih device manager jika membuka setting melalui control panel. untuk icon my computer, pilih properties, di bagian system windows 7 kita, pilih device manager(biasanya ada di menu sebelah kiri properti windows). setelah device manager terbuka, cek nama modem kamu, biasanya ada di bagian hardware modem atau network adapters.
jika sudah ketemu, lihatlah gambar modem tersebut, jika memang ada masalah biasanya akan muncul tanda seru( ! ) di bagian gambar tersebut. itu menandakan kalau modem tersebut tidak terdeteksi atau bermasalah. bisa juga modem tersebut tidak menemukan driver yang tepat sehingga menyebabkan error.

klik kanan pada modems atau network adapter kita, lalu, pilih "scan for hardware changes". jika cara ini sudah bisa memperbaiki permasalahan tersebut. maka kita tidak perlu lagi melanjutkan perbaikan pada tahap selanjutnya. tapi jika modem tersebut masih error, klik kanan lagi pada modem atau network adapter yang masih error. kemudian pilih "Update Driver Software". kemudian ikuti langkah-langkah berikut ini. Browser my computer for driver software > browse > cari aplikasi modem kamu (biasanya terletak di lokal disk C bagian program Files). sebagai contoh, misalnya : Mobile Connect Modem Huawei (itu nama modem yang saya pakai). 
setelah ditemukan, cari folder Drivers, kemudian cari folder bernama xp, atau jika ada folder wins7, maka pilih folder tersebut. setelah itu, klik tombol ok. kemudian klik tombol next untuk mulai melakukan pemasangan ulang driver modem kita. setelah pemasangan selesai, biasanya modem kamu akan kembali normal. tapi perlu kamu ingat, seperti yang saya katakan sebelumnya, memindahkan letak modem dari USB 1 ke slot USB 2 akan menyebabkan pendeteksian modem menjadi error. jadi saran saya, jangan pindahkan modem kamu ke slot USB yang lain. jika kamu sudah memasangnya di slot USB 1. pasanglah di slot USB 1. jangan pasang di slot USB 2 atau 3. karena akan mengakibatkan error lagi. seperti mesin waktu, terulang lagi dan terulang lagi.
begitulah cara memperbaiki modem yang error di komputer dan laptop kita. selanjutnya tahap terakhir atau bisa kita bilang, jalan terakhir.
3. cara terakhir ini sebenarnya sangat simple. dan tentu saja ini jalan terakhir yang bisa kita lakukan untuk modem kita. kecuali, kamu paham dengan komponen yang ada di dalam modem tersebut. butuh keahlian khusus untuk memperbaiki komponen modem yang kita miliki. nah, jalan terakhir yang saya sebutkan adalah dengan cara melakukan format ulang (install ulang OS windows). dengan cara ini biasanya seluruh aplikasi termasuk modem yang error akan normal kembali, bahkan jika kita pasang di slot USB yang lain. (SEMBIRING, 2015)
C .PERAWATAN MODEM
·    Jangan sekali-sekali nancepin modem ke usb Motherboard selama berJam-jam, pakailah kabel USB, untuk menghindari modem biar nggak panas. terutama buat modem CDMA
·  Simpan modem di lemari jangan di taruh di sembarang tempat, karena jika modem lembab akan membuat modem cepat rusak
·  Setiap online dengan modem selama berjam-jam berilah kipas angin untuk menyejukkan modem selama modem Aktif
·   berikanlah waktu istirahat untuk modem selama 30 menit karna barang elektro itu punya masa hidup, apalagi modem barang kecil yang tidak ada fasilitas peredamnya ( KIPAS )  (fikirjernih, 2010)


BAB II
 Pemecahan Masalah Data Link Layer LAN

A.    Deteksi kesalahan
Strategi pertama menggunakan kode-kode pengkoreksian error (error-correcting codes) dan strategi kedua menggunakan kode-kode pendeteksian error (error-detecting codes). Ketika penerima melihat codeword yang tidak valid, maka penerima dapat berkata bahwa telah terjadi error pada tranmisi (Codeword Hamming). Salah satu kode pendeteksian yang digunakan adalah kode polynomial/cyclic redundancy code (CRC).
Probabilitas dari koreksi kesalahan (P3) adalah 0, diasumsikan bahwa probabilitas dari error bit (Pb) adalah konstan untuk setiap bit yang dapat dinyatakan dalam :
Gambar prinsip deteksi error (kesalahan) (hidayatulloh, 2015)
MAC address memang harus unik, dan untuk itulah, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) mengalokasikan blok-blok dalam MAC address. 24 bit pertama dari MAC address merepresentasikan siapa
pembuat kartu tersebut, dan 24 bit sisanya merepresentasikan nomor kartu tersebut. Setiap kelompok 24 bit tersebut dapat direpresentasikan dengan menggunakan enam digit bilangan heksadesimal, sehingga menjadikan total 12 digit bilangan heksadesimal yang merepresentasikan keseluruhan MAC address. (Ulumuddin, 2011)


B.     IEEE lapisan MAC 48-bit Addressing
MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan dalam model layer OSI , yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address.
IEEE adalah sebuah organisasi profesi nirlaba yang terdiri dari banyak ahli di bidang teknik yang mempromosikan pengembangan standar-standar dan bertindak sebagai pihak yang mempercepat teknologi-teknologi baru dalam semua aspek dalam industri dan rekayasa (engineering), yang mencakup telekomunikasi, jaringan komputer, kelistrikan, antariksa, dan elektronika.
Cara mengecek mac address di windows 7
1.  ketik di keyboard lambang windows dan R secara bersamaan 
2.  ketikan cmd pada run
3.  ketik ipconfig  /all
4.  lihat di ethernet adapter local area connection, lihat lah di physical address. Itulah mac addressnya (wahyuni, 2015)

C.    Transparan bridging , switching operasi dan pemecahan masalah
Ciri khusus dari jaringan itu adalah menggunakan protokol yang sama. Manfaat adanya bridge juga meningkatkan kinerja jaringan karena dapat mengatur trafik jaringan dalam segmen yang kecil. Dibandingkan dengan router bridge mempunyai kecepatan yang lebih tinggi.
Beberapa jenis bridge telah membuktikan pentingnya perangkat ini di dalam jaringan. Transparent bridging ditemukan pertama kali di dalam lingkungan Ethernet dan source-route bridging dalam lingkungan Token Ring. Translational bridging menyediakan penerjemahan antara format dan transmisi antar lingkungan yang berbeda (umumnya antara Ethernet dan Token Ring). Terakhir source-route transparent bridging mengkombinasikan algoritma dari transparent bridging dan source-route bridging untuk memudahkan bridging dalam lingkungan campuran Ethernet dan Token Ring. (junot, 2015)
Switching adalah sistem elektronik yang dapat dipakai untuk menghubungkan jalur komunikasi. Jaringan switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit (atau kanal) yang dedicated diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi. (Marthdanic, 2011)

D.   Switch sebagai multiport jembatan
Sebuah switch jaringan (juga disebut switching hub, menjembatani hub, resmi MAC jembatan [1]) adalah perangkat jaringan komputer yang menghubungkan perangkat bersama-sama pada jaringan komputer, dengan menggunakan packet switching untuk menerima, proses dan data ke depan untuk perangkat tujuan. Tidak seperti hub jaringan kurang canggih, ke depan jaringan switch data hanya ke satu atau beberapa perangkat yang harus menerima itu, daripada penyiaran data yang sama dari masing-masing port. 
Sebuah switch jaringan adalah jembatan jaringan multiport yang menggunakan alamat perangkat keras untuk memproses dan data ke depan pada lapisan data link (layer 2) dari model OSI. Switch juga dapat memproses data pada lapisan jaringan (lapisan 3) oleh tambahan menggabungkan fungsionalitas yang paling sering menggunakan alamat IP untuk melakukan forwarding paket routing yang; switch seperti yang umumnya dikenal sebagai lapisan-3 switch atau switch multilayer. [3] Selain yang paling umum digunakan Ethernet switch, mereka ada untuk berbagai jenis jaringan, termasuk Fibre Channel, Asynchronous Transfer Mode, dan InfiniBand. Switch Ethernet pertama diperkenalkan oleh Kalpana pada tahun 1990. (Abah, 2016)




BAB 111
Pemesahan Masalah Lapisan Network LAN

                                                                                                                                     

          A.    Sistem Operas Router
Router OS adalah Sistem operasi dan perangkat lunak yang mampu membuat PC berbasis intel atau AMD mampu melakukan fungsi Router, Bridge, Firewall, Bandwith Management, Wireless AP & Client dan masih banyak fungsinya.
            Jenis - Jenis Sistem Operasi Router diantaranya:   
1.      Mikrotik
Mikrotik adalah kependekan dari mikrotikls, artinya "network kecil" dalam bahasa Latvia.Jenis Mikrotik yaitu Routerboard dan DOM.
Jenis - Jenis Mikrotik:
a.        RouterBoard
Perangkat router dimana didalamnya sudah terdapat sistem operasi Mikrotik RouterBoard ada beberapa macam mulai dari perangkat wireless, router, dan switch Manageable.
                     b.  DOM (Disk On Module)
Perangkat Router buatan mikrotik yang hanya berupa storage seperti harddisk, tetapi  didalamnya terdapat sistem operasi mikrotik.Selain itu ukurannya lebih kecil dan memiliki interface ATA atau SATA.
2.      Clear OS
Distro Linux, berbasis pada CentOS (RedHat Enterprise Linux (RHEL) versi komunitas) didesain khusus untuk digunakan sebagai gateway jaringan dan server jaringan dengan   antarmuka berbasis web.   
3.      PF Sense
Merupakan hasil kostumisasi dari FreeBSD yang dapat digunakan sebagai firewall dan router. (MUSFIROH, 2015)


           B.     Protokol Lapisan Network Dalam Osi layer
Network Layer Pada  lapisan  ini  TCP/IP  mendukung  IP  dan  didukung  oleh  protokol  lain  yaitu RARP, ICMP, ARP dan IGMP.
·         internetworking Protocol (IP) Adalah  mekanisme  transmisi  yang  digunakan  oleh  TCP/IP.  IP  disebut  juga unreliable dan connectionless datagram protocol-a besteffort delivery  service. IP mentransportasikan data dalam paket-paket yang disebut datagram
·         Address Resolution Protocol (ARP) ARP digunakan untuk menyesuaikan alamat IP dengan alamatfisik (Physical address).
·         Reverse Address Resolution Protocol (RARP) RARP  membolehkan  host  menemukan  alamat IP nya jika dia sudah tahu alamat fiskinya. Ini berlaku pada saat host baru terkoneksi ke jaringan.
·         Internet Control Message Protocol (ICMP) ICMP  adalah  suatu  mekanisme  yang  digun akan  oleh  sejumlah  host  dan  gateway untuk mengirim  notifikasi  datagram  yang  mengalami  masalah kepada host pengirim.
·         Internet Group Message Protocol (IGMP)
IGMP digunakan untuk memfasilitasi trans misi message yang simultan kepada kelompok/group penerima. (Giant501, 2011)

              C.    Cara Kerja Bridge, Nat, Dan Router
·         Bridge
Fungsi Bridge untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segmen yang lebih kecil.
Cara kerja Bridge yaitu memetakan alamat Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan memperbolehkan lalu lintas data yang diperlukan untuk melintasi bridge. Bridge bekerja pada lapisan physical layer dan data link layer.

·         Router
Router berfungsi sebagai penghubung antar jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui proses Routing.
Cara kerja Router adalah menyaring proses data dan membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya proses yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa berjalan dari satu segmen ke segmen lainnya. Setiap proses pengiriman data harus menggunakan IP address. Router bekerja pada lapisan physical, data link dan network layer sehingga tidak dapat digunakan sembarangan. (Zairani, 2015)
·         NAT
NAT merupakan suatu mekanisme merubah atau tranaslasi IP private menjadi IP public dan sebaliknya. Dari mekanisme di atas, dapat dilihat bahwa NAT bekerja dengan cara melakukan translasi pada IP. Ini berarti NAT berada pada layer 3 dari OSI Model. NAT juga sangat bermanfaat dalam menjaga jaringan lokal(trust) dari jaringan luar(untrust). Karena sesungguhnya jaringan global (internet) tidak bisa membaca alamat IP private (kecuali dengan aplikasi bantuan). (rahmat, 2012)

      D.    Format dsn Operasi Dari ICMP
Internet Control Message Protocol (ICMP) adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
Format Pesan ICMP
Format diawali dengan 3 field :
8 bit : field TYPE yang mengidentfikasikan pesan
8 bit : field CODE yang menyediakan informasi lebih jauh 
tentang tipe pesan
16 bit : field CHECKSUM untuk pengecekkan 
pesan ICMP (Gommbang, 2010)

        E.     Tips dan Trik Menggunakan Traceroute
Traceroute  / tracert ( pada windows )  berguna untuk  menganalisa jaringan internet  yang digunakan, dengan mengetahui rute perjalanan data melalui paket-paket data yang dikirim ke host (server) melalui media di internet atau jaringan komputer.
Cara Melakukan Traceroute :
·         Klik Start –> Run
·         Setelah muncul pop up lalu anda tinggal ketikkan –> CMD
·         Lalu munculah gambar seperti di bawah ini , kemudian anda  tinggal ketikkan –> tracert (spasi) namadomainanda (kb.qwords.com, 2010)

Contoh hasil tracert:
   
                                                                                                                                                                                                                                                                                       



BAB IV
 Pemecahan Masalah Lapisan Transportasi Jaringan LAN


    A.    Protokol pengguna datagram (UDP)
UDP merupakan protokol yang bersifat connectionless oriented. Artinya,
saat melakukan pengiriman data tidak dilakukan proses handshaking, tidak ada
sequencing datagram, dan tidak ada garansi bahwa paket data (datagram) yang
dikirim akan tiba dengan selamat. UDP juga tidak menyediakan fitur koreksi 
            kesalahan. UDP hanya menyediakan fasilitas multiplexing aplikasi (via nomor port) dan integritas verifikasi/deteksi kesalahan (via checksum) yang disediakan dalam header dan payload. Deteksi kesalahan dalam UDP hanya bersifat optional. Untuk menghasilkan data yang reliable, haruslah dibantu dan dilakukan ditingkat aplikasi. Tidak bisa dikerjakan ditingkat protokol UDP. Pengiriman paket dilakukan berdasarkan best effort basis. (Adinata, 2014)
   B.      Transport protokol kontrol (TCP)
Transmission Control Protocol/Internet Protocol. TCP/IP merupakan standar komunikasi data yang digunakan untuk dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain pada jaringan Internet.
Karena berupa kumpulan protokol (protocol suite) maka Protokol ini tidaklah mampu berdiri sendiri,. (temukanpengertian, 2013)
Adapun langkah-langkah cara kerja dari protokol TCP/IP ini adalah :

1. Pertama, datagram dibagi-bagi ke dalam bagian-bagian kecil yang sesuai dengan ukuran bandwith (lebar frekuensi) dimana data tersebut akan dikirimkan.
2. Pada lapisan TCP, data tersebut lalu “dibungkus” dengan informasi header yang dibutuhkan. Misalnya seperti cara mengarahkan data tersebut ke tujuannya, cara merangkai kembali kebagian-bagian data tersebut jika sudah sampai pada tujuannya, dan sebagainya.
3. Setelah datagram dibungkus dengan header TCP, datagram tersebut dikirim kepada lapisan IP.
4. IP menerima datagram dari TCP dan menambahkan headernya sendiri pada datagram tersebut.
5. IP lalu mengarahkan datagram tersebut ke tujuannya.
6. Komputer penerima melakukan proses-proses perhitungan, ia memeriksa perhitungan checksum yang sama dengan data yang diterima.
7. Jika kedua perhitungan tersebut tidak cocok berarti ada error sewaktu pengiriman dan datagram akan dikirimkan kembali. (Fauzi, 2013)
   C.    Header TCP
  Ukuran dari header TCP adalah bervariasi, yang terdiri atas beberapa field yang ditunjukkan dalam gambar dan tabel berikut. Ukuran TCP header paling kecil (ketika tidak ada tambahan opsi TCP) adalah 20 byte.(oferiachacha, 2012)
  D.    Transport componen lapisan protokol inti netware (NCP)
ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) adalah jaringan komputer yang dibuat oleh ARPA (Advanced Research Project Agency) dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969.

ARPANET difungsikan sebagai sarana percobaan teknologi jaringan komputer terbaru pada zamannya, seperti teknologi packet switching dan menjadi permulaan berdirinya Internet yang ada sekarang.

Network Control Protocol (NCP) merupakan protokol jaringan standar pertama pada ARPANET. NCP disempurnakan dan diluncurkan pada Desember 1990 oleh Network Working Group (NWG), dipimpin oleh Steve Crocker, yang juga penemu (Wikipedia, 2014)





BAB V
 Pemecahan Masalah Lapisan Sesi Jaringan LAN


   A.    Domain name system (DNS)
DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. Domain Name System ini merupakan sistem penamaan hirarkis yang nantinya didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya terhubung ke Internet maupun jaringan pribadi. DNS biasanya digunakan sebuah Layanan Nama Domain untuk menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia. (ADINATA, 2015)
                        DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap
komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) danInternet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. (Ardiantoro, 2003)

   B.     NetBIOS
NetBIOS (singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: Network Basic Input/Output System) adalah sebuah spesifikasi yang dibuat oleh International Business Machine (sebenarnya dibuat oleh Sytek Inc. untuk IBM) dan Microsoft yang mengizinkan aplikasi-aplikasi terdistribusi agar dapat saling mengakses layanan jaringan, tanpa memperhatikan protokol transport yang digunakan.
NetBIOS Adalah suatu antarmuka (interface) dan sebuah protokol yang dikembangkan oleh IBM. Fungsi protokol yang dikembangkan oleh IBM. Fungsi protokol ini berkisar di atas tiga layer paling atas (session, presentation dan aplication). Dalam model ISO, NetBIOS memberikan suatu interface standard bagi layer dibawahnya.NetBIOS juga dapat digunakan sebagai sebuah API (Application Program Interface) untuk pertukaran data. Ia memberi programmer akses ke berbagai sumber data untuk menciptakan hubungan dua komputer atau antara dua aplikasi pada komputer yang sama. (azizizzu, 2011)

   C.    Network Component Session layer >> Gateway
Lapisan sesi atau Session layer adalah lapisan kelima dari bawah dalam model referensi jaringan OSI, yang mengizinkan sesi koneksi antara node dalam sebuah jaringan dibuat atau dihancurkan. Lapisan sesi dari model OSI tidak banyak diimplementasikan di dalam beberapa protokol jaringan populer, seperti halnya TCP/IP atau IPX/SPX. Akan tetapi, tiga lapisan tertinggi di dalam model OSI (lapisan sesi, lapisan presentasi, dan lapisan aplikasi) seringnya disebut sebagai sebuah kumpulan yang homogen, sebagai sebuah lapisan aplikasi saja.
            Protokol yang Terdapat Pada Session Layer:
  Beberapa protokol dan interface yang terdapat pada layer ini adalah :
a.   NETBIOS ( Netbios Extended User Interface)
session interface dan protokol dikembangkan oleh IBM.
b.   PAP ( Printer Access Protocol )
terdapat pada printer postscript untuk akses pada jaringan Apple Talk.
c.   NETBEUI
merupakan pengembangan dari Netbios yang digunakan pada produk Microsoft Networking seperti Windows NT dan LAN.
d.  Network File System (NFS).
Dikembangkan oleh Sun Microsystem dan digunakan dengan TCP/IP, sehingga membolehkan akses transparan untuk Unix workstation ke remote ressources.
e.  Structured Query Language (SQL).
Dikembangkan oleh IBM, menyediakan cara simple bagi users untuk mendefinisikan kebutuhan informasi mereka pada kedua sistem baik lokal maupun remote.
f.   Remote Procedure Call (RPC)
merupakan Client/Server yang luas dan merupakan tool pengalihan bagi pengguna untuk lingkungan yang memiliki layanan yang berbeda. Prosedur dibuat di klien dan dilakukan di server.
g.  X Window.
 Banyak digunakan oleh intellegent terminals untuk berkomunikas dengan remote (Unix computer) yang memungkinkan mereka untuk beroperasi seolah olah terpasang monitor lokal.


h. AppleTalk Session Protocol (ASP).
Merupakan mekanisme Client/Server yang lain, yang digunakan pada Appletalk client server. (SUPARDI, 2012)

Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan
satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yangmenggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satujaringan computer dapat diberikankepada jaringan komputer lain yangprotokolnya berbeda. Definisi
tersebut adalah definisi gateway yangutama. Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. Istilah gateway merujuk kepada hardware atau software yang menjembatani dua aplikasi atau jaringan yang tidak kompatibel, sehingga data dapat ditransfer antar komputer yang berbeda-beda. (diqrezpect, 2013)

   D.    Protokol Session Layer >> RPC
lapisan sesi atau Session layer adalah lapisan kelima dari bawah dalam model referensi jaringan OSI, yang mengizinkan sesi koneksi antara node dalam sebuah jaringan dibuat atau dihancurkan. 
RPC (Remote Procedure Call) adalah suatu protokol yang menyediakan suatu mekanisme komunikasi antar proses yang mengijinkan suatu program untuk berjalan pada suatu komputer tanpa terasa adanya eksekusi kode pada sistem yang jauh (remote system). RPC mengasumsi keberadaan dari low-level protokol transportasi seperti TCP atau UDP untuk membawa pesan data dalam komunikasi suatu program. Protokol RPC dibangun diatas protokol eXternal Data Representation (XDR), yang merupakan standar dari representasi data dalam komunikasi remote. Protokol XDR mengubah parameter dan hasil dari tiap servis RPC yang disediakan.
Pada prinsipnya hubungan yang terjadi antara program client dan server pada RPC, adalah sebagai berikut :
1.      Prosedur client memanggil client stub. Klien memanggil prosedurs tub lokal. Prosedur Stub akan memberikan parameter dalam suatu paket yang akan dikirim kejaringan. Proses ini disebut sebagai marshalling.
2.      Client stub membuat pesan dan memanggil OS local. Fungsi Network  pada O/S (Operating system ± SistemOperasi) akan dipanggil oleh stub untuk mengirim suatu message.
3.      OS client mengirim pesan ke OS remote. Kemudian Kernel ini akan mengirim message kesistem remote. Kondisi ini dapat berupa connection less atau connection-oriented.
4.      Remote OS memberikan pesan ke server stub. Stub padas isi server akan melakukan  proses unmars hals pada paket yang dikirim pada network.
5.      Server stub meng-unpack parameter2 dan memanggil server. Stub pada server kemudian mengeksekusi prosedur panggilan lokal.
6.      Server mengerjakanoperasi, dan me-return hasilnyake server stub. Jika eksekusi prosedur ini telah selesai, maka eksekusi diberikan kembalike stub pada server.
7.      Server stub mem-pack hasil tsb dan memanggil OS lokalnya. Stub server akan melakukan proses marshals lagi dan mengirimkan message nilai balikan(hasilnya ) kembali kejaringan.
8.      OS server mengirim pesan (hasil) ke client OS. Message ini akan dikirim kembali keklien.
9.      Client OS memberikan pesan tersebut ke client stub. Stub klien akan membaca message ini dengan menggunakan fungsi pada jaringan.
10.  Client stub meng-unpack hasil dan me-return hasil keclient. Proses unmar shalled kemudian dilakukan pada message ini dan nilai balik anakan diambil untuk kemudian diproses pada proses lokal. (bersitrahmayang, 2014)





 
Blogger Templates